just try to find something that missing

beautiful people
Thank you for visiting my blog
hopefully my blog can be a good deals to you all the bloggers

Selasa, 21 Februari 2012

Menulis Jujur

Feb 21, 2012


Menulis bukan mengenai hasil yang sempurna.


Menulis adalah menghasilkan kata-kata, ide-ide orisinil yang tertuang dalam cakaran, dalam catatan, atau ditempat manapun yang memampukan kita untuk mengeluarkan cerita-cerita itu.


Menulis tidak mengenai bisa atau tidak bisa, menulis adalah kemauan, menulis adalah kesabaran, dan menulis adalah ketenangan.


Orang pintar belum tentu mampu membuat karya tulis. Menulis adalah sesuatu yang saya nikmati, sebagai pelarian dari kesibukan, sebagai wadah menampung sampah-sampah pikiran saya, menulis adalah cara terbaik yang saya tahu untuk mengekspresikan emosi.


Menulis Berita, Menulis Artikel, Menulis Features, atau fiksi, semua adalah bentuk menuang cerita atau peristiwa atau khayalan dalam ribuan kata.


Saya mengikuti Pembelajaran Penulisan Jurnalistik, di Bandung "Kota Kembang", 20-21 February, 2012. Pelatihan ini membuat saya mengerti bagaimana menelurkan ide-ide tulisan saya. Dan betul sekali, pada akhir dari pelatihan itu, saya menjadi mengerti dan akhirnya dapat mengakhiri kebuntuan menulis (block writing).


Seorang penulis amatir selalu merasa tidak percaya diri atau tidak tahu bagaimana memulai sebuah cerita. Inti dari pelatihan ini adalah, disaat ilham kita muncul, entah di warung kopi, entah di sekolah, entah di bus, tuangkan saja, tuangkan isi pikiranmu itu didalam wadahmu (kertas, laptop, atau hp), soal salah benar belakangan.


Setelah semua itu selesai, coba baca kembali dan tampilkan cerita mu itu entah diruang pribadimu saja atau bersama orang terdekat kamu, itulah nilai originalitas. Ingat bahwa, keterampilan menulis tidak terjadi dalam satu hari, keterampilan menulis muncul karena kesengajaan menulis yang diulang-ulang.


Let's Write!!!!

LiaTambrawForever


Published with Blogger-droid v2.0.4

Road to Bandung

Tugas Feature

Road to Bandung


Dingin saat itu terasa, disaat matahari masih bersembunyi dibalik bulan, aku melangkah menumpangi sebuah mobil dan berkendara menuju kota kembang Bandung. Akhirnya waktu mengantarkan ku ke Pukul 9.00 pagi, udara segar dan sejuk yang berhembus dan sapaan ramah pak supir menandakan aku telah tiba di Bandung.


Terasa asing bagiku menyusuri jalan yang ramai, yah walaupun tidak sehiruk-pikuk Jakarta, aku mencoba untuk mengamati segala sesuatu yang terjadi. 'Kelapa Ledeng... Kelapa Ledeng,' hentakan suara supir angkot itu, menyadarkan ku untuk melangkahkan kaki lebih cepat.


Bandung tidak luas, tapi juga tidak mudah memahami banyaknya jalan searah, itu kesanku saja.


Taxi Biru Muda kuhentikan, 'Selamat Pagi Neng,' sambut Supir itu ramah. Dengan senyum manisku, akupun kembali menyapanya. Sesaat sebelum ku lemparkan badan pegalku kedalam taksi, teringat aku akan pesan teman, kalau hendak naik taksi di Bandung, penuh perjuangan, kenapa? Taksi di Bandung lebih suka pake "Harga Sodara" (harga tembak) dari pada Harga Argo yang jelas-jelas sudah diatur dalam perundangan.


Terhentak sejenak, aku bertanya, 'Pak, argo kan??', Bapak supir dengan sumringah mengangguk perlahan mengiyakan.


Sambil menatap jalan yang asing, mengamati kesibukan, orang-orang di pagi hari, tanpa terasa tibalah aku ditempat yang hendak kutuju.


Kendati jauh, kakiku mengaku "kalah", tangan serasa "memikul gunung" lelahnya, dan mata terkantuk-kantuk, semangat tetap kutitipkan di otakku, untuk tak melewati aktivitas hari ini.


Let's Write!!

LiaTambrawForever


Published with Blogger-droid v2.0.4